Pernah gak sih kamu merasa stuck pas ditanya, "Nanti kuliah mau ambil jurusan apa?" atau "Gede nanti mau jadi apa?" Kalau jawaban kamu adalah helaan napas panjang atau senyum canggung, fix kita satu server. Memilih jurusan itu rasanya kayak milih karakter di game RPG; salah pilih stats, rasanya petualangan ke depan bakal berat banget. Tapi tenang, gak perlu panik berlebihan. Yuk, kita obrolin cara santai buat nemuin passion kamu!
Stop Ikut-Ikutan Tren (Atau Teman!) Banyak banget dari kita yang pilih jurusan cuma karena "ikut geng". Teman satu sirkel masuk Akuntansi, kita ikut daftar. Padahal, kita sendiri kalau lihat angka dikit aja udah pusing tujuh keliling. Ingat! Yang bakal duduk di kelas, ngerjain tugas, dan skripsi itu kamu, bukan teman kamu. Jadi, jujur sama diri sendiri itu kunci pertama. Apa sih yang bikin kamu betah berlama-lama ngelakuinnya tanpa merasa terbebani?
Cek "History" Hidup Kamu Coba deh bongkar lagi memori atau kebiasaan kamu sehari - hari : Pas lagi main HP, konten apa yang paling sering kamu tonton di YouTube atau TikTok? (Review gadget? Tutorial masak? Atau analisis politik?), Pelajaran apa yang menurut kamu paling "masuk akal" di sekolah?, Masalah apa yang biasanya orang lain minta tolong ke kamu? (Benerin komputer? Curhat masalah hidup? Atau minta diajarin gambar?). Hal - hal kecil ini seringkali adalah kode dari diri kamu sendiri tentang di mana passion kamu sebenarnya berada.
Pakai Konsep "Ikigai" Versi Simpel Gak perlu pusing sama istilah Jepangnya, intinya coba cari titik temu dari empat pertanyaan ini : Apa yang kamu suka?, Apa yang kamu jago di situ?, Apakah dunia butuh itu?, Apakah itu bisa jadi cuan (menghasilkan uang)?. Kalau kamu nemu satu hal yang ada di tengah - tengah keempat poin itu, selamat! Kamu udah nemu golden ticket kamu.
Jangan Takut Eksperimen Passion itu kadang gak langsung muncul kayak dapet wahyu. Terkadang, kita harus "nyicipin" banyak hal dulu. Ikut bootcamp gratis, Join komunitas atau organisasi, Coba - coba bikin proyek kecil (misal : jualan online, bikin desain, atau nulis blog). Dari situ kamu bakal tahu, "Oh, ternyata gue lebih suka desain daripada coding," atau sebaliknya.
Diskusi, Bukan Cuma Dengerin Ngobrol sama orang tua itu wajib, tapi jangan ditelan mentah - mentah kalau mereka minta kamu masuk jurusan yang gak kamu banget. Ajak mereka diskusi pakai data. Kasih tahu mereka rencana masa depan kamu. Kalau kamu punya argumen yang kuat dan masuk akal, biasanya mereka bakal lebih luluh, kok.
Quote of the day: "Jurusan kuliah bukan akhir dari segalanya, tapi memilih yang sesuai hati bakal bikin perjalananmu jauh lebih enjoy."
( - M.Giovanny Aulia' Vikry Firmansyah, S.Pd.)
Intinya, pilih jurusan itu soal mengenal diri sendiri. Jangan terburu - buru, ambil waktu buat riset, dan jangan lupa buat happy ngejalaninnya. Semangat buat kamu yang lagi berjuang nyari jati diri!
Gimana? Udah ada bayangan mau masuk jurusan apa? Tulis di kolom komentar ya, siapa tahu kita bisa diskusi bareng! Hhe ;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar